Bandung, 7 Agustus 2025 — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkenalkan berbagai hasil riset dan inovasi dalam Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia 2025 (KSTI 2025) yang diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha, Bandung. Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah AViRsinami, aplikasi Virtual Reality (VR) yang dikembangkan sebagai media edukasi simulasi bencana tsunami.
Aplikasi ini dirancang untuk membantu masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi bencana melalui simulasi interaktif yang memungkinkan pengguna mempelajari jalur evakuasi dan prosedur penyelamatan diri saat terjadi tsunami.
Simulasi Tsunami yang Lebih Realistis
M. Yudhi Rezaldi, pemandu pameran di booth BRIN, menjelaskan bahwa AViRsinami memanfaatkan teknologi 3D Orthomosaic yang mampu menghasilkan visual kota secara realistis sesuai kondisi di lapangan.
“Aplikasi ini merupakan konten VR dengan kelebihan dalam penggunaan teknik 3D Orthomosaic, menghasilkan bentuk kota yang realistis sesuai dengan kondisi asli di lapangan, sehingga membuat penggunanya seolah-olah berada di tempat tersebut,” jelas Yudhi.
Melalui pengalaman virtual yang imersif, pengguna dapat memahami prosedur evakuasi dan mengenali lokasi aman (shelter) secara lebih efektif dibandingkan metode edukasi konvensional.
Membuka Peluang Kolaborasi Pengembangan VR
Menurut Yudhi, partisipasi BRIN dalam KSTI 2025 juga menjadi kesempatan untuk memperluas kolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan teknologi berbasis VR.
“Dengan adanya pameran ini kita bisa menjaring berbagai kerja sama, baik dari industri, perguruan tinggi, maupun pelajar dan mahasiswa dalam membangun konten-konten VR untuk berbagai tujuan. Untuk para pelajar, kita juga bisa membuka program magang dan sejenisnya,” ungkapnya.
SEATER: Kendaraan Otonom untuk Kawasan Terbatas
Selain AViRsinami, BRIN juga memperkenalkan SEATER, inovasi kendaraan otonom yang dikembangkan oleh Pusat Riset Mekatronika Cerdas (PRMC) sejak tahun 2023.
SEATER hadir dalam dua varian, yaitu I-SEATER dan O-SEATER, yang dirancang untuk beroperasi secara otonom di kawasan terbatas atau area yang telah ditentukan.
Peneliti Ahli Muda PRMC BRIN, Catur Hilman Adritya Haryo Bhakti Baskoro, menjelaskan bahwa tim peneliti saat ini berfokus pada pengembangan sistem otonom yang mampu beroperasi pada level 3 hingga level 4 tanpa intervensi manusia.
“Kami membuka kolaborasi antar pusat riset dan organisasi riset di BRIN sendiri dan juga kolaborasi dari luar BRIN. Keikutsertaan dalam pameran KSTI 2025 ini tentunya diharapkan salah satunya ada pihak yang tertarik untuk berkolaborasi terkait riset I-SEATER dan O-SEATER,” ujar Catur.
PAW+: Teknologi Air untuk Pertanian Berkelanjutan
Pada kesempatan yang sama, BRIN juga menampilkan Plasma Activated Nanobubble Water (PAW+), inovasi di bidang pengolahan air yang menghasilkan air dengan kandungan pupuk nitrogen terbarukan berbasis nanobubble.
Teknologi ini dikembangkan untuk mendukung pertanian berkelanjutan melalui sintesis pupuk nitrogen terbarukan (Reactive Nitrogen Species/RNS), meningkatkan daya serap nutrisi tanaman, serta membantu mengurangi penggunaan pestisida.
Menampilkan Inovasi untuk Masyarakat dan Industri
Keikutsertaan BRIN dalam KSTI 2025 merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, dan UMKM dengan Organisasi Riset Elektronika dan Informatika (OREI).
Dalam forum tersebut, BRIN menampilkan berbagai inovasi unggulan yang mencakup:
- AViRsinami – simulasi mitigasi tsunami berbasis Virtual Reality.
- SEATER (I-SEATER & O-SEATER) – kendaraan otonom untuk kawasan terbatas.
- PAW+ – teknologi air berbasis nanobubble untuk pertanian berkelanjutan.
Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bagaimana hasil riset dapat dikembangkan menjadi solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan industri, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sumber: brin.go.id
AViRsinami: Belajar Bertahan dari Tsunami dengan Realitas Virtual